Nick Ut, ketemuan di Kaohsiung tahun 2007

Artikel ini ditulis sepulang dari Acara IPF  (International Photographers Federation) tahun 2007 di Kaohsiung, Taiwan, dikirimkan ke seduah media cetak akan tetapi tidak dimuat.

Angka 7 di balik foto Pemenang Pulitzer Award 1973

 

Banyak sudah hal yang ditulis mengenai foto yang memenangkan Pulitzer Award tahun 1972, yaitu kedahsyatan pengaruh foto tersebut sehingga menjadi salah satu faktor yang menghentikan Perang Vietnam yang berkepanjangan itu.

Akhir-akhir ini juga diangkat berita tentang kehidupan “gadis napalm (bomb)” Phan Thi Kim Phuc (Kim Phuc dalam bahasa Vietnam berarti Kebahagiaan Emas/Golden Happiness), yang kini bermukim di Canada dan menjadi Duta Perdamaian UNESCO.

Tentang fotografernya, juga banyak ditulis dan diberitakan, karena selain foto spektakulernya yang direkam tanggal 8 Juni 1972 itu, Nick Ut dewasa ini masih bekerja untuk Associated Press, bermukim di Los Angeles dan banyak meliput kehidupan para selebritris Hollywood, disamping memberikan seminar-seminar di seluruh dunia tentang kejadian tragis yang menjadi salah satu tonggak sejarah Perang Vietnam dan pesan perdamaian dunia.

Nick Ut, lahir tanggal  29 Maret 1951,dengan nama Huynh Cong Ut, ia adalah anak kesebelas dari Keluarga Huynh, yang bermukim di Provinsi Long An, bagian selatan dari Delta Sungai Mekong.

Abangnya no 7, Huynh Thanh My, adalah saudara yang paling menyayanginya, demikian Nick Ut dalam sebuah percakapan di kota Kaohsiung – Taiwan, akhir Oktober 2007.

Dia (kakaknya, Thanh My) mengajariku memotret, dia juga panutanku. Ketika dia tertembak dalam meliput perang Vietnam tahun 1965, saya sangat kehilangan dia, karena itu dalam setiap kegiatan fotografi, saya selalu ingat akan jasanya mengajarkan teknik menggunakan kamera kepadaku.

Pada tahun 1966, dalam usia 15 tahun Huynh Cong “Nick” Ut, diantar ibunya ke kantor AP di Saigon, untuk menerusi karier kakaknya no 7, sebagai fotografer AP. Sebelum diijinkan terjun meliput medan perang Nick Ut, hanya bekerja di dalam kamar gelap, yaitu mencampur obat pengembang dan larutan fiksatif untuk proses hitam-putih. Tugasnya yang lain adalah menjaga agar kamar gelap milik AP, tetap bersih.

Tahun 1967, barulah Nick Ut mendapatkan kesempatan untuk meliput perang Vietnam, kendati boss nya; Horst Faas, Pimpinan AFP di Vietnam cukup was-was, khawatir akan nasibnya akan mengikuti abangnya no 7.

Bayangkan saja, waktu itu umurku baru 16 tahun, namun perang jua yang membuatku berani menjalankan tugas jurnalistik yang berbahaya itu, ujar Nick Ut dalam percakapan malam di kamar hotel tempat kami menginap.

Dalam obrolan santai malam itu tercatat sebuah ceritera yang menjadi judul tulisan ini.

Ia memaparkan kronologi  kejadian pada tanggal 8 Juni 1972, secara eksklusif, didampingi laptopnya yang menayangkan rekaman film yang telah dikonversikan menjadi rekaman video digital yang dibuat oleh wartawan perang NBC.

Disamping foto yang sangat terkenal itu, ada beberapa adegan lain yang tidak kalah memilukan, yaitu, seorang ibu dan bapak, masing-masing menggendong seorang balita, yang kemudian diketahui bahwa balita-balita tersebut adalah keponakan Phan Thi Kim Phuc, yang meninggal beberapa jam setelahnya, dengan luka bakar dan daging yang terkelupas.

Dalam rekaman film tersebut, juga terlihat Nick UT, dengan seragam tentara dan topi baja, berada di barisan paling depan memotret para korban yang berlarian keluar dari Pagoda Cao Dai, tempat mereka mengungsi dan bersembunyi, yang tengah berkobar api akibat pemboman bom napalm yang terus menerus oleh pesawat-pesawat Amerika.

Kamera film berputar ke belakang memperlihatkan adegan gadis telanjang berusia 9 tahun yang tengah diguyur air dari botol minum tentara yang berada di baris belakang, bersama beberapa wartawan lain.

Nampak jelas mimiknya yang menahan sakit dan luka-luka bakar dipundak dan lengan kirinya.

Beberapa foto hitam putih Nick Ut juga memperlihatkan adegan yang sama dari Phan Thi Kim Phuc, sesaat sebelum ia menolong membawa para korban ke rumah sakit.

Hanya setelah para korban mendapatkan pertolongan pertama di rumah sakit, Nick Ut menuju kantor AP di Saigon, dalam mobil (van) dia berdoa.

Berikut ini penuturannya:

Di dalam mobil menuju kantor, sebagai orang beragama Buddha saya berdoa kepada abang saya no 7 almarhum: “Give me some luck with the photographs I took today”.

Semua film Kodak Tri X, ISO 400, diproses dalam kamar gelap AP, dicetak dengan format 5 x 7 inchi (5 R).

Pada awal seleksi oleh para redaktur, foto yang menjadi terkenal itu menjadi kontroversi dan nyaris ditolak untuk dipilih , karena AP menerapkan aturan tentang ketelanjangan frontal, gender dan subyek foto anak-anak korban perang.

Wartawan tulis Peter Arnett dan Pimpinan Redaksi Vietnam, Horst Faas, menengahi argumentasi yang telah berlangsung, dengan mengusulkan agar foto tersebut dikonsultasikan dulu ke kantor pusat AP di New York.

Syukurlah Redaktur Foto New York, Hal Buell menyampingkan rambu-rambu yang berlaku di AP, karena nilai berita foto tersebut jauh melebihi aturan baku yang ada.

Tiga orang tersebutlah yang memungkinkan doa Nick Ut kepada abangnya no 7 terkabul.

Bukan hanya itu, karena kalau kita simak dengan teliti, nomer yang ada pada bagian perforasi film, foto tersebut berada di bingkai no 7 dan 7A.

Penjelasan ini cukup memberikan makna kepada kita bahwa suatu keberuntungan, seringkali diikutii oleh simbol-simbol pendukung, yang telah diatur oleh Yang Kuasa.

Nick Ut cukup peka untuk menangkap isyarat-isyarat yang melengkapi keberuntungannya, sehingga tekadnya bulat untuk menyebarkan kampanye perdamaian dan anti kekerasan kepada umat manusia, melalui foto-foto yang dibuatnya.

Pemaparan kami melalui media ini akan lebih lengkap, sekiranya ada pihak yang bersedia mensponsori kedatangan Nick Ut dan Kim Phuc ke Indonesia, dalam rangka mengingatkan kita semua untuk belajar dari tragedi-tragedi dunia untuk tidak mengulanginya, terutama dalam konteks ketentraman negeri kita tercinta.

Jakarta, 15 Nopember 2007

Goenadi Haryanto

About jepretter

My name is Goenadi Haryanto and I am an Indonesian Professional Photographer, mainly dealing with tourism photography.
This entry was posted in Photography. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s