Hanami Photo Shooting, the free and easy way. (Part 1)

 

SakuraPertengahan tahun 2014, saya menerima telepon dari seorang sahabat yang menanyakan apakah ada rencana pergi ke Jepang untuk memotret Bunga Sakura yang mekar di awal musim semi 2015.

Setelah itu, saya menghubungi kawan lain yang biasa menjadi tour leader rombongan fotografer, yang menyatakan kesanggupan- nya untuk membantu menguruskanhal-hal yang terkait dengan rencana tersebut.

Apa daya, kawan ini terkendala dengan beberapa persoalan pribadi, sehingga di awal Januari 2015, dia menyatakan tidak dapat membantu. Dilain pihak, sahabat saya yang minat pergi telah membatalkan beberapa rencana perjalanan untuk dapat pergi memotret bersama saya.

Singkat kata, saya mencari pihak lain yang dapat menguruskan tiket pesawat dan akomodasi untuk maksud tersebut. Proses ini dilakukan paralel dengan mencari info sebanyak-banyaknya dari brosur-brosur yang ada dalam file saya, sambil browsing di internet untuk mencari informasi yang lebih detail. Puji Tuhan, setelah berselancar selama satu bulan lebih, saya mantap untuk menjadi tour leader, sekaligus mentor fotografi bagi sahabat saya itu, dengan mengutamakan effisiensi biaya yang sebesar-besarnya. Perlu dicatat bahwa kondisi keberadaan tiket pesawat dan akomodasi, sangat berfluktuasi, sehingga harus dilakukan dengan cepat, tanpa meninggalkan aspek ke hati-hatian.

Pada hari yang direncanakan berangkatlah kami berdua ke Osaka, dengan satu kali transit di Singapore.

transit

Transit di Singapore dalam perjalanan ke KIX

 

Hari pertama di Kansai.

Keesokan harinya kami tiba di Kansai International Airport (KIX), sekitar jam 08:30 waktu setempat, setelah perjalanan, lebih kurang 10 jam sejak dari Jakarta. 

Setelah menyelesaikan dokumen imigrasi dan pemeriksaan bea cukai, teman seperjalanan saya, Pak Anwar Soehendro, menukarkan uangnya dengan mata uang Yen Jepang, sementara saya mencari kantorpos untuk mengirimkan paket berisi bubuk kopi Indonesia kepada sahabat Jepang saya yang bermukim di Yokosuka, Yokahama. Urusan kami selesai jam 09:15. Sambil mendorong trolley, kami naik kembali ke lantai 2 dan menyebrang ke Stasiun Kereta Rel yang menyatu dengan Bangunan terminal, untuk mencari info dan tiket terusan (Kansai Thru Pass), sebagaimana info yang kami pelajari di internet.

Thrupass-edited

Harga tiket terusan ini 4000 Yen (sekitar Rp 425.000,-) untuk 2 hari, per orang.

Dengan masing-masing satu pass di tangan mulailah kami berkelana dengan berpatokan kepada info-info yang telah kami peroleh dan catat sebelumnya. Kami sepakat untuk menyimpan koper-koper dan barang-barang yang tidak diperlukan di hotel tempat kami akan menginap. Perjalanan 1,5 jam dari KIX ke  Nishi-ku Edobori 1-3-25, Osaka, dengan transit di Stasiun Namba, berganti moda dengan kereta rel di bawah tanah (subway) berjalan lancar, meskipun harus mengangkat koper melalui tangga yang cukup terjal (belakangan kami dapati, persoalan “angkat koper melalui tangga” dapat difasilitasi dengan menggunakan lift, yang ada di setiap stasiun, asal kita jeli mencarinya).

HigobashiDi depan pintu masuk ke subway station Higobashi, hanya 50 meter dari akomodasi kami. Di sebrang point ini ada warung cepat saji, yang menjadi langganan kami, bila  waktu makan tiba, dan kami sedang berada sekitar hotel.

meals

Hankyu 

 

 

 

 

 

 

Pilihan makanannya: Gyumessi (Gyudon), yaitu Nasi putih, dengan tumis daging sapi dan bawang bombay, sup miso (mizoshiru), bisa minta tambahan salad (total kira-kira 450 Yen). Pilihan lainnya adalah Nasi kari Jepang. Minuman di warung ini gratis. Untuk sarapan lauknya ditambah telur mata sapi dan sosis.

angle (1)

 Dari stasiun inilah, petualangan kami dimulai, menuju Stasiun Kintetsu Nara.

 DSC01594Poster besar Todaiji Temple dan The Deer Park, di luar stasiun Nara. Berjarak 1,5 km dari kedua tempat wisata tersebut.

DSC01601

Hujan rintik-rintik tidak menghalangi bagian pertama dari trip in. 

Dan sampailah kami kami di spot pertama yang bunga sakuranya mulai mekar.

anwar

Ngincer siapa, oom.

 

Nara (2)

Teenagers crossing the street in Nara.

Nara (1)

At the Deer Park

 

 Todaiji Temple in Nara

Nara

 

 Hari ke dua di Kansai.

Diawali dengan sarapan pagi di warung dekat hotel (yang ternyata buka 24 jam). Pilihan menu masih terbatas pada makanan “aman” yang dikenal saja, sambil melihat makanan apa yang dipilih oleh “tetangga”,orang Jepang, sambil cross check ke lembaran menu yang pagi itu kami temui terjemahan dalam Bahasa Inggris. Dicatat dalam benak dan diprogram untuk esok pagi.

Breakfast

Semangkuk nasi hangat dengan tumis daging sapi dan bawang bombay, sup miso, salad irisan kubis dan teh/air sepuasnya. Bumbu/saus penyedap (condiments) lengkap, termasuk salad dressing yang khas.

 Selanjutnya, menuju Stasiun Utama Umeda dan mencari sambungan Kereta Rel ke Kyoto. Sesuai anjuran petugas peron, kami menggunakan Hankyu Line (yang valid dengan kartu terusan kami).

Hankyu (1)

Hankyu Line to Kyoto from Umeda Osaka.

 Perhentian terakhir di Kyoto adalah Stasiun Shijo Kawaramachi, dengan perjalanan sekitar 1 jam.

Shijo Kawaramachi

Tiba di Stasiun Shijo Kawaramachi

Shijo Kawaramachi (2)

Cari info di Tourist Information Centre, sambil konsultasi rute yang dirancang untuk hari tersebut.

 

 Setelah cukup mendapatkan informasi, kami menuju ke spot pertama untuk hari itu, yaitu: The Imperial Gardens, Kyoto.

Imperial Gardens Kyoto (1)

Dari pengalaman mengujungi spot ini di tahun 2010 dan 2011, varitas bunga sakuranya banyak dan tertata dengan rapi, ditambah pohon-pohon besar lainnya, yang berpotensi menjadi obyek foto yang menarik.

Imperial Gardens Kyoto (4)

Imperial Gardens Kyoto (3)

Imperial Gardens Kyoto (2)

Kegiatan para pengunjung taman yang luas ini, juga mencakup dinding panjang yang menjadi pembatas taman dan Istana di dalamnya. Ada dua hal yang membuat kami tidak masuk ke dalam halaman Istana, yaitu: 1) Untuk mengujungi bagian dalam perlu ada pendaftaran sebelumnya, dan ke 2) memotret di Taman Luar saja, memerlukan banyak waktu.

Kami membatasi waktu kami, supaya dapat mengunjungi spot menarik lainnya.

pointing at

Imperial Gardens Kyoto
 Juxtaposition

 

Dalam perjalanan menuju spot berikutnya, kami melewati sebuah jalan yang suasananya mewakili musim semi di Kyoto, dihiasi bunga sakura yang baru mekar.

street in kyoto

A stree in Kyoto, during Spring

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dengan bus umum no 204 (bisa juga no 205), kami menuju ikon Kota Kyoto, yang juga merupakan ikon Jepang yang wajib dikunjungi;

The Golden Pavillion atau Kinka-kuji, di bagian Barat Laut kota, dimana banyak sekali situs peninggalan masa kejayaan Jepang tempo dulu.

 

Kinkakuji (2)

Kinkakuji (1)

Teori dasar memotret landscape; foreground, object, background. 

Kinkakuji

Hiasan puncak dari The Golden Pavillion

 Saking gembiranya, Pak Anwar kehilangan kartu transportasi terusannya, ketika mengambil sesuatu dari  isi kantongnya. Perjalanan lanjutan hari itu beliau menggunakan tiket eceran untuk 3 rute berikutnya; pertama naik bus satu trayek ke Stasiun Trem Randen Kitano Hakubachio. Kemudian naik Randen Keifuku ke Arashiyama. Dan yang ketiga adalah ticket untuk pulang ke Osaka dan hotel kami.

Naik Kereta Trem Randen selalu menjadi atraksi yang menarik bagi para peserta trip kami ke Arashiyama, karena kereta jadul ini membawa kita ke masa awal industialisasi di Jepang. Stasiun-stasiun kecil yang sederhana, pelintasan kereta yang dioperasikan dengan santai, sungguh merupakan “sesuatu”.

Randen (3)

The Randen tram.

 Apalagi, jika kita berwisata tepat pada puncak Hanami, Bunga Sakura menjuntai ke arah rel dari tepiannya.

Randen (4)

Pelintasan di tepi jalur Randen.

 

Randen (5)

Seorang Maiko, membeli tiket Randen dari mesin otomat.

 Untuk kenyamanan membaca, silakan   bersambung ke tautan ini.

 
 
 
 
 
 
 
 

About jepretter

My name is Goenadi Haryanto and I am an Indonesian Professional Photographer, mainly dealing with tourism photography.
This entry was posted in Photography, Phototrips and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Hanami Photo Shooting, the free and easy way. (Part 1)

  1. Anwar Soehendro says:

    Terima kasih pak Goenadi. Trip ini sangat berkesan dan saya salut dgn persiapan, on time schedule, maximize time utk hunting. Naik & turun kereta tanpa kelewat station. Pergi dgn bapak dpt mempermudah mendapatkan spot/angle terbaik utk POI, membuat saya ada waktu explore angle lainya. Looking forward to joint your other trip.

    • jepretter says:

      Sama-sama, Pak Anwar, adalah suatu kebahagiaan tersendiri, dapat berjalan-jalan bersama anda dengan lancar. Ada beberapa kesempatan, ketika sama-sama kita kecapaian, saya salah mengambil keputusan, sehingga bikin tambah cape. Thank you for being a wonderful travelmate.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s