Merajut sebuah impian yang tertunda. Memotret lagi di Pulau Belitung

Kami mengantar anda ke spot-spot fotografi terbaik di Pulau Belitung, selanjutnya, silakan anda berimprovisasi sepuasnya.

Dari tanggal 5 Juni – 7 Juni 2015, Sriwijaya Inflight Magazine, menggagas sebuah Photo Shooting Trip ke Pulau Belitung.

SONY DSC

Burung camar menyambar di Pulau Batu Belayar, salah satu gugusan pulau yang photogenic di Belitung

Hari pertama, Jum’at, 5 Juni 2015.

Kumpul di Terminal 1B, Bandara Soekarno-Hatta, jam 04:00 dan berangkat dengan Penerbangan SJ050, jam 06:20. Waktu penerbangan kira-kira 60 menit. Para peserta menyiapkan gear fotografinya untuk dibawa naik ke kabin.

Setiba di Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, staff dari Hotel Biliton akan menguruskan seluruh bagasi check in, untuk dikirimkan ke hotel. Sedangkan tour leader setempat akan membawa kita dengan bus, ke Belitung Timur, sambil memotret beberapa spot yang potensial sepanjang perjalanan.

Belitung 2015 (7)

Rawa bekas galian tambang timah, merupakan obyek yang sangat indah untuk dipotret di pagi hari.

Selain rawa-rawa, rumah tradisional yang dindingnya terbuat dari kulit kayu, juga menarik untuk menjadi koleksi foto kita.

Sudah menonton atau membaca Laskar Pelangi? Berikut, rencananya kita berkunjung ke Replika Sekolah SDN Muhamadiyah di Desa Ganthong yang menjadi salah satu properti film tersebut.

SONY DSC

Replika “Sekolah SDN Muhamadiyah” Ganthong, Belitung Timur, yang digunakan untuk Film Laskar Pelangi.

 Untuk mengisi waktu hingga makan siang ada 3 opsi lokasi foto yang dapat dikunjungi dalam perjalanan ke Kelapa Kampit.

1. Pantai Bukit Batu, 2. Pantai Burung Mandi dan 3. Vihara Kwan Im di Burung Mandi.

Belitung LR (4)

Vihara Kwan Im, diatas batu granit berbentuk jari-jari tangan.

Burung Mandi

Pantai Mandi Burung

Bukit Batu

Pantai Bukit Batu.

 Brunch di Resto Manli, Kelapa Kampit, dengan menu pembuka; Mie Belitung dengan sambal yang enak, nasi hangat dan pilihan masakan khas Manli, didampingi; segelas jeruk kunci peras yang menyegarkan.

Belitung LR (13)

Mie Belitung, sate ayam dan udang goreng tepung.

Setelahnya, menuju Kota Tanjung Pandan, untuk check in di Hotel Biliton dan beristirahat sampai jam 16:00.

hotel

Hotel Biliton di ambil dari ruang makan ke arah kolam renang dan deretan kamar.

Sessie fotografi sore dilakukan di lokasi; Tanjung Tinggi, yang menjadi spot pemotretan batu-batu besar dalam film Laskar Pelangi. 

Belitung LR (26)

Sunset di Tanjung Tinggi.

Tanjung Tinggi

Menjelang sunset di Tanjung Tinggi.

Belitung LR (25)

Prasasti di lokasi pengambilan gambar film Laskar Pelangi.

Usai memotret sang matahari masuk ke peraduannya, kita kembali ke hotel untuk makan malam (alternatif lain adalah makan diresto di Tanjung Pandan).

Hari kedua, Sabtu, 6 Juni 2015.

Morning call jam 04:00, disusul dengan morning tea/coffee. Target tiba di Tanjung Kelayang , jam 05:00. Setengah jam berikutnya, menyapa nuansa pagi, di sekitar dermaga.

Belitung LR (14)

Tanjung Kelayang di pagi hari.

Lanjut dengan perjalanan ke Pulau Batu Belayar, pulau dengan menhir-menhir raksasa yang menjadi sasaran kamera kita selama 90 menit berikutnya. Merapat dari arah barat, mendapatkan rona merah dengan siluet yang asyik.

Belitung LR (27)

Sebuah momentum alam dahsyat, semoga dapat diabadikan dengan sempurna, menjadi koleksi foto yang berharga.

Belitung LR (15)

Inilah nuasa pagi yang dapat diperoleh dari arah sebaliknya, ketika perahu yang kita tumpangi mencari tempat pendaratan.

Setelah mendarat agar diperhatikan agar “belum” meninggalkan jejak kaki di pasir sekitar menhir-menhir utama, dengan cara berjalan di pasir bagian luar pulau saja. Kita masih akan mengabadikan batu-batu granit dengan foreground hamparan pasir yang mulus. Bila semua peserta sudah mendapatkan foto “sejuta umat” nya dengan memuaskan, kita akan membuat foto kelompok untuk peringatan, dan setelahnya; …silakan………pasirnya boleh diacak.

Belitung 2015 (25)

Batu-batu menhir yang mempesona, dari sudut pengambilan terukur, dengan hampatan pasir yang masih mulus.

SONY DSC

Sudut lain dengan jejak para peserta.

SONY DSC

Carilah alternatif lain dari batu-batu menarik, yang ada di sekeliling kita. 

 Puas memotret, waktunya untuk sarapan; Nasi Ayam, khas Hotel Biliton, yang disiapkan rekan-rekan dari hotel. Kotak makanan dan sampah lainnya, agar dikumpulkan dalam tempat yang disediakan agar kita meninggalkan Pulau Batu Belayar,  dalam keadaan yang sama bersih seperti kita temukan saat kita mendarat. 

 

Menuju lokasi berikutnya

Next stop

Next destination, Pulau Lengkuas

SONY DSC

Mendekat ke Pulau Lengkuas, dengan mercu suarnya yang gagah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tantangan berikutnya adalah naik dan memotret dari atas menara dengan 18 1/2 lantai. Kita perlu melepas alas kaki dan mencucinya sebelum naik ke puncak menara guna mencegak korosi dari anak tangga dan lantai menara yang semuanya terbuat dari besi. 

Dua foto berikut memperlihatkan pemandangan dari atas menara dan lampu suar yang terawat dengan baik.

Belitung LR (16)

Ceruk di antara karang laut, sekitar Pulau Lengkuas yang menjadi jalur akses untuk mendarat

 

Belitung LR (17)

Lampu suar di puncak menara, dengan pandangan ke arah selatan, suatu landscape yang spektakuler.

 

Dalam perjalanan kembali ke Tanjung Kelayang, bila waktu mencukupi, beberapa pulau dan spot lain dapat menjadi pilihan menambah dan melengkapi koleksi foto yang telah terekam.

Belitung LR (10)

Pulau Burung, 20 menit dari Pulau Lengkuas.

 Mampir sebentar di Pulau Burung untuk membuat foto-foto piktorial di tengah hari, sungguh menjadi pengalaman memotret yang tidak biasa !!!.

Belitung LR (33)

Refleksi cahaya yang indah, menari-nari di atas air.

 

Belitung LR (5)

Belitung LR (32)

“Frame” diagonal.

Belitung LR (31)

Mid day pictorial, very unusual.

 Makan siang dekat tempat pendaratan di Tanjung Kelayang, kemudian kembali ke hotel untuk istirahat dan menyegarkan tubuh. 

 

Tidaklah lengkap, sebuah perjalanan fotografi, tanpa obyek-obyek yang menampilkan sosok dan kegiatan manusia. Untuk kesempatan memotret Human Interest, lokasi yang dipilih adalah Tanjung Binga, sebuah perkampungan nelayan, lengkap dengan penjemuran dan penyimpanan ikan asin, reparasi jala dan perahu (kalau ada).

Belitung LR (7)

Tatanan alam yang dahsyat di Tanjung Binga.

Belitung LR (11)

Pengepul ikan asin di atas para-para yang terbuat dari kayu gelam.

Belitung LR (18)

Memindahkan ikan asin yang telah kering ke penyimpanan.

Belitung LR (6)

Senja telah menjelang.

Menjelang senja, kesempatan memotret sunset terhampat luas di depan kita, silakan memilih foreground dan angle yang anda minati, sebelum kembali ke Tanjung Pandan untuk makan malam, dan istirahat sambil bincang-bincang dan bedah foto-foto yang telah anda rekam dalam 2 hari perjalanan.

 

Hari ketiga, Minggu 7 Juni 2015

Pagi hari, tanpa morning call, adalah ari “free and easy”. Sarapan pagi disediakan di teras hotel, sambil menikmati hembusan angin pagi yang sejuk.

Sekitar jam 08:00, kita akan berangkat ke bekas galian kaolin, memotret kubangan2, yang terlihat seperti tonjolan-tonjolan es di wilayah kutub bumi ini.

Belitung LR (12)

Bekas galian Kaolin.

Belanja oleh-oleh khas Belitung, aneka ragam snack, terasi Belitung dan buah tangan lainnya (personal account, tentunya), merupakan acara selanjutnya.

Coffee break (rehat kopi) khas Kong Djie, merupakan acara penutup dari rangkaian perjalanan kita kali ini.

Belitung LR (24)

Jopi Kong Djie, diseduh di luar warungnya, kemudian disajikan “black ataupun dengan susu manis.

 Acara optional selanjutnya, tergantung waktu yang masih tersedia, dengan mengunjungi Museum Timah, Rumah Tuan Kuase atau Jembatan Kubu di Batu Itam. Selain untuk transportasi darat, semua pengeluaran (misalnya untuk makan siang atau jajan di bandara, adalah personal account/pengeluaran pribadi).

Setelah mengantarkan anda sampai check in di pesawat yang membawa kita pulang ke Jakarta,  kami sungguh berharap bahwa perjalanan “impian” yang kami kemas dengan mengacu kepada lebih dari lima kali perjalan serupa dan masukan-masukan peserta sebelumnya telah dapat memberikan dan menghasilkan koleksi foto yang berbobot, kenangan yang indah dan last but not least, persahabatan yang menyenangkan dengan semua pihak yang terlibat dalam perjalanan kali ini.

Sampai jumpa di lain photo trip bersama kami.

 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

About jepretter

My name is Goenadi Haryanto and I am an Indonesian Professional Photographer, mainly dealing with tourism photography.
This entry was posted in Photography, Phototrips, Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Merajut sebuah impian yang tertunda. Memotret lagi di Pulau Belitung

  1. arif hidayat says:

    mantaaap pak goenadi …

  2. jepretter says:

    Terima kasih, Pak Arif Hidayat. Ikut, yuk?

  3. nellie trew says:

    Bisa tanya tentang harga trip?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s