Ketika kata “Indonesia”, menjawab.

Judul di atas belumlah terlalu lengkap. Seharusnya: ” Ketika kata Indonesia menjawab pertanyaan: Where are you from?, Menyurutkan sorot mata yang sangar menjadi lebih bersahabat “

Kata “Harajuku” di Tokyo, Jepang, amatlah familiar di telinga kita. Tentunya ada di antara anda yang sangat memahami seluk beluk bagian kota yang namanya sohor itu, karena telah berkunjung ke sana atau sekurangnya telah banyak berita dan catatan yang anda pirsa atau baca dari berbagai media.

Buat saya, baru pada kesempatan Fam Trip JNTO, akhir Februari yang lalu, saya menapakkan kaki di sana, meskipun cukup sering saya mengunjungi Tokyo dan mengimbau untuk bisa memotret di sana.

Persepsi saya tentang Harajuku, tidak lebih dari 3 buah foto yang menjadi ilustrasi berikut ini.

No-1

Ya, betul, dandanan Punk Rock dan Costplay.

Seusai makan siang di Motomachi-Yokohama, tanggal 26 Februari 2016,  kami menggunakan KRL, menuju Stasiun Shibuya yang sibuk, untuk kemudian pindah jalur kereta ke Tokyo Metro Ginza Line, kemudian berjalan kaki dari stasiun Omote-Sando.

Rombongan berpisah di sini dan sesuai petunjuk yang diberikan, di Meiji Dori, saya berjalan kaki ke arah barat daya, mencari landmark yang disarankan, yaitu sebuah jam besar.  Melewati subway gate Meiji-jinggu – mae, feeling mengatakan, bahwa perjalanan kami telah melenceng dari sasaran, karena di sebuah simpang jalan besar, kami melihat taman dan beberapa ikon yang kami kenal, sebagai bagian dari Meiji Temple yang telah kami kunjungi sebelumnya.

Berbekal hand phone yang praktis, kami hubungi pimpinan rombongan, sambil berputar arah, kembali ke sebuah lokasi yang sangat intriguing , sebuah kiosk yang menjual berbagai varian kondom, “Condomania”.

condomania

Ternyata spot ini cukup sukses untuk menjadi titik temu, di mana kami mendapatkan penjelasan tentang alternatif jalur yang harus dipilih. Arahnya ke timur laut, sampai lampu merah pertama belok kiri. Setelah menyusuri jalan tersebut, kami tahu namanya adalah; “gang” Takeshita, yang selanjutnya, kami sadari sebagai pusat keramaian “Harjuku”. Jalan sempit ini, suasananya sangat mirip dengan daerah Kuta di Bali. Banyak toko-toko keci yang menawarkan handucraft, kaos warna-warni dan berbagai suvenir. Dalam hati, saya merasa diri “sangat kampungan”, karena sangat minim pengetahuan tentang Harajuku yang sohor ini.

promo

Apapun yang ditulis di atas kertas itu, maksudnya pasti “promo”.

Tapi ngga apalah, pucuk dicinta, ulam tiba. Memotret street photography adalah niat utama yang harus dilaksanakan. Ragam foto candidpun, menjadi obyek-obyek utama di awal perjalanan yang mengasyikkan itu. Ada sebuah spot yang langsung menggelitik untuk direkam. Subyeknya adalah orang-orang, yang kami duga berasal dari Benua Afrika.

Dengan banyak pengalaman situasi serupa sebelumnya, kami minta ijin untuk memotret. Ternyata ditolak mentah2 dengan kata-kata; no,..no,..no, oleh subyek yang kami sasar. Rupanya ada boss nya yang berada disebrang, dan bertanya kepada kami: Where are you from?. Mungkin beliau memperhatikan tingkah laku dan dandanan saya yang bereda dengan orang-orang lain sekitar. Saya menjawabnya dengan satu kata: “Indonesia”. Serta merta sorot matanya yang sangar, berubah menjadi bersahabat dan dia bilang kepada temannya: Indonesia. OK, Japanese, No !.

Afro

Merasa mendapatkan angin saya langsung menjepret  beberapa frame dan menyampaikan terima kasih dalam bahasa Indonesia yang ditanyanya: What’s that ?.  Dengan sigap saya bilang: Thank you in Indonesia, Brother. Dan diapun manggut-manggut sambil tersenyum, saya berlalu, menghindari keakraban berlebihan.

don
Don Hasman terekam CCTV di Giant LCD, disebrang Harajuku Station

pisan

Sepasang kekasih dengan busana dan aksesori yang Harajuku banget.

Tujuan kami berikutnya adalah Tokyo Tower, yang sangat mirip Menara Eifel di Paris.

 

About jepretter

My name is Goenadi Haryanto and I am an Indonesian Professional Photographer, mainly dealing with tourism photography.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s