Odaiba, Pulau buatan di Teluk Tokyo.

Hari 4 (7)

Penulis di depan benteng “Osaka Castle”. Photo credit: Anwar Soehendro

Dalam rangkaian Famtrip ke Tokyo dan sekitarnya, kunjungan ke Odaiba, merupakan suatu event yang menarik dari ilmu tata kota.

Pembangunannya telah dimulai tahun 1853, di masa Shogun Tokugawa, untuk membentengi Tokyo dengan deretan buah 6 pulau dari serangan armada laut Komodor Perry . Kata “Daiba” dalam bahasa Jepang berarti; “benteng”.

Tahun 1923, daerah ini dibuka untuk umum, sebagai ruang terbuka publik.

Di era 1980 an, setelah Tsukuba Expo (1985) digagas sebuah rancangan untuk menggabungkan ke enam pulau tersebut dengan daratan di mana Kota MegapolitanTokyo berada. Pembangunan “pulau buatan”, sebuah sentra ekonomi barupun dimulai, namun demikian terpaksa dihentikan antara tahun 1991 – 1995, karena buruknya keadaan ekonomi, yang dikenal sebagai “bubble ekonomi”, sebuah pertumbuhan ekonomi semu, yang sewaktu-waktu bisa pecah berantakan, seperti sebuah bola sabun.

rainbow

The Rainbow Bridge, di depannya ada replika dari ” Statue of Liberty ” dan di latar belakangnya, sebagai menara berwarna jingga adalah : The Tokyo Tower (ditengarai sebagai replika dari The Eifel Tower)

Tahun 1996, dilakukan re-zonasi dan pembangunanpun dilanjutkan, dengan menghubungkan “Tokyo Daratan”, dengan berbagai jembatan dan terowongan. Di antaranya ada sebuah jembatan yang amat sohor, yaiyu : “Jembatan Pelangi” (The Rainbow Bridge), yang sekaligus menjadi landmark dari Odaiba, disusul oleh berbagai pengembangan area komersil dan hiburan.

Fuji

Gedung Fuji TV, yang merupakan salah satu landmark yang cukup mencolok.

Tanggal 25 Februar1 2016, kami menapakkan kaki di sebuah pedestrian mall, yang membentang dari arah tenggara ke barat laut. Tidak lama, karena waktunya di petang hari itu sangat terbatas. Sebuah poros yang langsung dapat kami rasakan di pedestrian mall tersebut, adalah “terhubung” nya 3 bangunan landmark penting, mulai dari Telcom Center, dibagian paling Tenggara, lalu; The Rainbow Bridge dan The Tokyo Tower di bagian paling Barat Laut.

Tenggara

Sebuah sudut pandang ke arah Tenggara, dengan bangunan “mirip La Defence”, Paris, dengan pengakhiran                                                                bangunan Telecom Center (atapnya bewujud lingkaran).                                                         Tombak mas di sebelah kanan mengingatkan kita pada Kota Paris juga.

Sebuah penataan kota yang mirip dengan Kota Paris, dengan Eifel Towernya, Arc De’Triomph dan La Defence, demikian juga berbagai bangunan di sepanjang pedestrian mall nya, banyak sekali yang merupakan replika bangunan-bangunan antik dengan  gaya Perancis.

Analisa dalam waktu singkat tersebut, tentunya belum dapat disimpulkan, sebagai suatu kajian yang mantap, tetapi itulah first impression kami dari Odaiba.

lembayung

Jembatan Pelangi,di penghujung pedestrian walk Odaiba, kala lembayung senja, dengan Tokyo Tower di kejauhan.

Untuk mewakili ciri Jepang masa kini, sebuah patung Robot Gundham, ditempatkan di bawah pedestrian mall ini di kompleks Gedung Diver City,

1gundham

Photo credit: Toriuchi Sanchan.

Perjalanan untuk mengenal Tokyo dan sekitarnya, keesokan harinya dilanjutkan ke Kota Yokohama, menapakkan kaki di Yokohama Chinatown dan Motomachi, d sini kami sempat makan siang bersama Miyakawa-san dan isterinya (teman lama bekerja antara tahun 1988 – 1992, di Jakarta Fair).

gu

Esoknya  trip kami dilanjutkan ke Harajuku dan berakhir di Tokyo Tower, sebelum kami mengucapkan “Sayonara” kepada Tokyo dan Fujiyama.

Tower

nightFujiyama

About jepretter

My name is Goenadi Haryanto and I am an Indonesian Professional Photographer, mainly dealing with tourism photography.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s